MATRIKS
Tahukah kamu bahwa matriks
Matematika digunakan dalam sistem komputer, Sobat? Pemanfaatan matriks antara
lain pada bidang keamanan komputer serta untuk pemrograman yang membutuhkan
array dalam Ilmu Komputer. Selain itu, enkripsi data dapat dilakukan dengan
menggunakan beragam operasi matriks. Jadi, Sobat Pintar yang ingin menjadi
seorang programer atau masuk ke Jurusan Teknik Informatika akan sering banget
menjumpai materi matriks ini.
Pengertian dan Jenis-jenis Matriks
- Matriks nol, matriks yang seluruh elemennya adalah bilangan nol.
- Matriks baris, matriks yang hanya memiliki satu baris, berordo 1 x j.
- Matriks kolom, matriks yang hanya memiliki satu kolom, berordo i x 1.
- Matriks persegi, matriks yang banyaknya baris sama dengan banyaknya kolom, berordo i x i.
- Matriks diagonal, matriks persegi yang semua elemennya nol, kecuali pada diagonal utamanya.
- Matriks segitiga atas, matriks persegi yang semua elemen di bawah diagonal utamanya adalah nol.
- Matriks segitiga bawah, matriks persegi yang semua elemen di atas diagonal utamanya adalah nol.
- Matriks identitas, matriks persegi yang elemen pada diagonal utamanya adalah satu, sedangkan elemen lainnya adalah nol.
Operasi Matriks
Penjumlahan dan Pengurangan Matriks
Contoh :

Perkalian Skalar pada Matriks
Pada operasi perkalian skalar, sebuah matriks dikalikan dengan bilangan skalar. Jika diketahui A merupakan suatu matriks dan K merupakan bilangan real, maka hasil perkalian K dengan matriks A adalah matriks yang diperoleh dengan mengalikan setiap elemen A dengan K.
Contoh :
Berbeda dengan perkalian skalar yang hanya mengalikan setiap elemen matriks dengan bilangan skalar, perkalian dua matriks memiliki aturan tersendiri. Syarat dua buah matriks, misal matriks A dan matriks B, dapat dikalikan adalah jika banyaknya kolom matriks A sama dengan banyaknya baris matriks B.
Bentuk perkalian antar matriks secara umum, yaitu :
Untuk mencari hasil kali matriks A dengan matriks B ialah dengan mengalikan elemen pada baris-baris matriks A dengan elemen pada kolom-kolom matriks B, kemudian jumlahkan hasil perkalian antara baris dan kolom tersebut.
Contoh matriks :
Transpose Matriks
Transpose suatu matriks, misal matriks A, yang dilambangkan dengan At adalah sebuah matriks yang disusun dengan cara menukarkan baris matriks A menjadi kolom matriks At dan kolom matriks A menjadi baris matriks At.
Contoh :
Untuk menentukan determinan dari sebuah matriks, terdapat dua aturan berdasarkan ordonya, yaitu ordo 2x2 dan ordo 3x3.
Determinan Matriks Ordo 2x2
Determinan Matriks Ordo 3x3
Langkah-langkah mencari determinan matriks ordo 3x3 dengan kaidah Sarrus:
1. Meletakkan kolom pertama dan kolom kedua di sebelah kanan garis vertikal determinan.
2. Jumlahkan hasil kali elemen-elemen yang terletak pada diagonal utama dengan hasil kali elemen-elemen yang sejajar diagonal utama pada arah kanan kemudian kurangi dengan jumlah hasil kali elemen-elemen yang terletak pada diagonal samping dengan elemen-elemen yang sejajar dengan diagonal samping.
|A| = (a.e.i) + (b.f.g) +( c.d.h) – (c.e.g) – (a.f.h) – (b.d.i)
|A| = (a.e.i + b.f.g + c.d.h) – (c.e.g + a.f.h + b.d.i)
Invers matriks adalah kebalikan (invers) dari sebuah matriks yang apabila matriks tersebut dikalikan dengan inversnya, akan menjadi matriks identitas. Invers matriks dilambangkan dengan A-1. Suatu matriks dikatakan memiliki invers jika determinan dari matriks tersebut tidak sama dengan nol.
Untuk menentukan invers dari sebuah matriks, terdapat dua aturan berdasarkan ordonya, yaitu ordo 2x2 dan ordo 3x3.
Invers Matriks Ordo 2x2
Invers matriks persegi dengan ordo 2x2 dapat dicari dengan cara sebagai berikut:
Invers Matriks Ordo 3x3
Secara sistematis, eliminasi Gauss Jordan dapat dinyatakan sebagai berikut:
Sekarang pasti sudah tahu, apa itu matriks, jenis-jenis matriks, operasi pada matriks, serta apa itu determinan dan invers matriks.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar